Profil Q

Perkenalkan nama saya Tito Tri Pamungkas.Saya lahir di pekalongan pada 5 oktober 1991.pendidikan saya dimulai dari TK  Soedirman Pekalongan,SD Negeri Medono 7 Pekalongan,SMP Negeri 6 Pekalongan,SMA Negeri 2 Pekalongan.“`

Leave a comment »

Cara Daftar Email Baru di Gmail

Email singkatan kata Elektronik mail, artinya surat-menyurat melalui media perantara elektronik. Email mempunyai fungsi yang penting, segala sesuatu bila terhubung ke internet paling banyak membutuhkan verifikasi nama email, ketika sedang daftar friendster, facebook, membuat blog, chatting, dll diharuskan mempunyai email. oleh sebab itu kita harus punya email.

Gmail adalah Google Mail, layanan email yang di kelola oleh google.com, yang belum punya account email di gmail, mari kita daftar bersama-sama dari cara daftar email baru di gmail berikut ini :

Pertama, buka web browser, misal firefox mozilla, opera, safari, chrome, ataupun Internet Explorer-nya windows. lalu ketik di kotak address http://www.gmail.com atau di klik.

firefox

Kedua, jika halaman sudah terbuka klik di Buat Akun atau Create an Account.buat-akun-gmail

Ketiga, isi formulir pendaftaran-nyaform-pendaftaran

Contoh masukan data :
Nama Depan : Isikan nama pertama kita
Nama Belakang : Isikan nama belakang kita
Nama Login Yang Diinginkan : Ini merupakan nama email kita nantinya
Pilih sebuah sandi : masukan password / kata kunci minimal 8 karakter
Masukkan kembali sandi : Masukan lagi password yang sama seperti password diatas
Pertanyaan Rahasia : Klik Pilih pertanyaan yang ada (ini diperlukan jika kita lupa password kita)
Jawaban : masukan jawaban (harus diingat jawaban ini bila perlu dicatat)
Email sekunder : tidak harus diisi tetapi jika kita punya alamat email yang lain kita dapat memasukannya.
Lokasi : Lokasi anda berada sekarang
Verifikasi Kata : masukan angka atau huruf sesuai dengan gambar dibawahnya (Gambar tersebut agak terlihat aneh dan abstrak)

Keempat, klik di Saya Menerima Buat Akunkuterima-akun-baruJika tidak ada kesalahan maka proses pembuatan email kita berhasil, catat alamat Email serta Password anda ditempat yang aman.

Selamat anda telah memiliki alamat email dari layanan Gmail. Nah alamat email ini nantinya bisa digunakan  untuk mendaftar blog ke Blogger.com atau blogspot.com, wordpres.com, dagdigdug.com, dll.

Jika ada kesalahan akan ada peringatan dengan tanda merah pada kolom formulir pendaftaran, perbarui isi dengan data yang sesuai.

Leave a comment »

Cublak-Cublak Suweng

Cublak-Cublak Suweng, Tebak Orangnya atau Kelilingi Lapangannya
Kalau orang Amerika punya truth or dare, orang Jawa punya cublak-cublak suweng. Sama-sama sebuah permainan yang mengharuskan pesertanya melakukan hal lain jika tak mampu melakukan satu hal yang diharuskan, namun cublak-cublak suweng melibatkan lebih banyak pemain sehingga tak heran bila permainannya lebih seru. Ejekan ringan dan derai tawa pun mengalir, membuat suasana menjadi ramai.
Bagaimana cara mainnya? Pertama, kumpulkan dulu rekan-rekan anda sebanyak-banyaknya. Agar permainan lebih seru, minimal perlu ada lima orang. Kemudian, siapkan benda tertentu, biasanya berupa kerikil, sebagai benda yang nanti akan disembunyikan oleh anda atau salah satu rekan anda yang ikut bermain.
Nah, sesudahnya, hom pim pa dan ping sut dahulu untuk menentukan siapa yang akan menjadi orang yang harus menebak pemegang kerikil. Orang yang harus menebak adalah orang yang kalah dalam ping sut dan ia harus duduk menungging dengan kepala mencium lantai dan mata ditutup. Sementara, peserta lain menengadahkan telapak tangan di punggung orang yang harus menebak. Satu peserta kemudian bertugas memegang kerikil atau benda lain yang akan disembunyikan.
Permainan kemudian dimulai dengan menyentuhkan kerikil ke setiap telapak tangan peserta lain. Sepanjang permainan, peserta mendendangkan lagu cublak-cublak suweng. Syairnya, “cublak-cublak suweng, suwenge teng-gelenter, mambu ketundung gudel, pa empo lera lere, sopo ngguyu ndeliake”. Setelah sampai pada kata ndelikake, kerikil harus digenggam oleh peserta yang tangannya terakhir kali disentuh.
Setelah kerikil digenggam, orang yang harus menebak bangun dan duduk bersimpuh. Sementara peserta lain menyanyikan lagu, “sir, sir pong ndelik gopong” sebanyak mungkin hingga orang yang harus menebak menentukan siapa yang menyembunyikan kerikil. Sambil menyanyi, telunjuk tangan digoyangkan dan diarahkan ke orang yang harus menebak. Dia hanya diberikan kesempatan satu kali. Bila tak berhasil, dia akan menjadi orang yang harus menebak pada permainan berikutnya.
Kalau anda menjadi orang yang harus menebak, anda mesti hati-hati agar tidak gagal menebak untuk yang kedua kalinya. Kalau sampai gagal, bisa-bisa anda diminta mengelilingi lapangan atau bangsal tempat bermain dengan lari jongkok. Atau, kadang diminta memenuhi permintaan yang aneh-aneh dari peserta lain. Tak enak bukan? Maka, anda mesti mempunyai trik agar dapat menebak dengan benar.
Cara-cara fair bisa diandalkan untuk modal menebak bila anda peka. Misalnya, dengan membaca bahasa tubuh peserta yang ikut bermain. Wajah peserta yang menyembunyikan kerikil mungkin akan terlihat berbeda. Bisa pula dengan melihat tangan setiap peserta, siapa tahu akan tertebak penyembunyi kerikilnya. Selain itu, anda juga bisa menghapalkan letak duduk peserta sebelum menutup mata dan kemudian merasakan perputaran kerikil yang disentuhkan pada setiap telapak tangan peserta.
Jika mau agak curang, ada juga tipsnya. Anda bisa sedikit memiringkan kepala ke arah kiri atau kanan. Kemudian, bukalah sedikit mata anda sehingga tampak seperti mata ayam yang sedang tidur, pasti dapat melihat peserta yang menyembunyikan kerikilnya. Tapi jangan sampai ketahuan oleh peserta lain. Kalau ketahuan, bisa-bisa anda mendapat tambahan hukuman yang semakin menyusahkan.

Leave a comment »

LAWANG SEWU

LAWANG SEWU
Lawangsewu dibangun tahun 1908, yang dikerjakan oleh arsitek Belanda Profesor Klinkkaner dan Quendaag. Tahun 1920, gedung ini mulai dipakai sebagai kantor pusat Nederlandsch Indische Spoor-weg Maatschapij (NIS), sebuah maskapai atau perusahaan kereta api pertama di Indonesia yang berdiri pada tahun 1864.
Jalur pertama yang dilayani saat itu adalah Semarang – Yogyakarta. Pembangunan jalur itu dimulai 17 Juni 1864, ditandai dengan pencangkulan pertama oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Sloet van Den Beele. Tiga tahun kemudian, yaitu 19 Juli 1868 kereta api yang mengangkut penumpang umum sudah melayani jalur sejauh 25 km dari Semarang ke Tanggung.
Dengan beroperasinya jalur tersebut, NIS membutuhkan kantor untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan administratif. Lokasi yang dipilih kemudian adalah di ujung Jalan Bojong (kini Jalan Pemuda). Lokasi itu merupakan perempatan Jalan Pandanaran, Jalan Dr Soetomo, dan Jalan Siliwangi (kini Jalan Soegijapranata).
Saat itu arsitek yang mendapat kepercayaan untuk membuat desain adalah Ir P de Rieau. Ada beberapa cetak biru bangunan itu, antara lain A 387 Ned. Ind. Spooweg Maatschappij yang dibuat Februari 1902, A 388 E Idem Lengtedoorsnede bulan September 1902, dan A 541 NISM Semarang Voorgevel Langevlenel yang dibuat tahun 1903. Ketiga cetak biru tersebut dibuat di Amsterdam.
Namun sampai Sloet Van Den Beele meninggal, pembangunan gedung itu belum dimulai. Pemerintah Belanda kemudian menunjuk Prof Jacob K Klinkhamer di Delft dan BJ Oudang untuk membangun gedung NIS di Semarang dengan mengacu arsitektur gaya Belanda.
Lokasi yang dipilih adalah lahan seluas 18.232 meter persegi di ujung Jalan Bojong, berdekatan dengan Jalan Pandanaran dan Jalan Dr Soetomo. Tampaknya posisi itu kemudian mengilhami dua arsitektur dari Belanda tersebut untuk membuat gedung bersayap, terdiri atas gedung induk, sayap kiri, dan sayap kanan.
Sebelum pembangunan dilakukan, calon lokasi gedung tersebut dikeruk sedalam 4 meter. Selanjutnya galian itu diurug dengan pasir vulkanik yang diambil dari Gunung Merapi.
Pondasi pertama dibuat 27 Februari 1904 dengan konstruksi beton berat dan di atasnya kemudian didirikan sebuah dinding dari batu belah. Semua material penting didatangkan dari Eropa, kecuali batu bata, batu gunung, dan kayu jati.
Setiap hari ratusan orang pribumi menggarap gedung ini. Lawang Sewu resmi digunakan tanggal 1 Juli 1907. Dalam perkembangannya, Lawang Sewu juga terkait dengan sejarah pertempuran lima hari di Semarang yang terpusat di kawasan proliman (Simpanglima) yang saat ini dikenal sebagai Tugu Muda.
Saat meletus Pertempuran Lima Hari di Semarang, 14-18 Agustus 1945, Lawangsewu dan sekitarnya menjadi pusat pertempuran antara laskar Indonesia dan tentara Jepang. Pada peristiwa bersejarah tersebut, gugur puluhan Angkatan Muda Kereta Api (AMKA). Lima di antaranya dimakamkan di halaman depan Lawang Sewu. Mereka adalah:
• Noersam,
• Salamoen,
• Roesman,
• RM Soetardjo, dan
• RM Moenardi.
Untuk memperingati mereka, di sebelah kiri pintu masuk (gerbang) didirikan sebuah tugu peringatan bertuliskan nama para pejuang Indonesia yang gugur.
Perusahaan kereta api kemudian menyerahkan halaman depan seluas 3.542,40 meter persegi pada Pemda Kodya Semarang. Sedangkan makam lima jenasah di halaman itu, 2 Juli 1975 dipindah ke Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal dengan Inspektur Upacara Gubernur Jateng Soepardjo Roestam.

Leave a comment »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Comments (1) »